Puisi_Anak SD

Tersenyumlah! Selagi dunia memancarkan indahnya dan cita-cita melambaikan tangannya.


Tinggalkan komentar

[Puisi] Puisi yang Lapar


th (13)

Gambar :Potret kemiskinan di Indonesia (vivanews.com)

 

Siapa sih yang tahu bagaimana nasibnya

hidup menderita berkalang rendahnya kasta

hidup penuh duka berbelit nestapa

bagi para elit mereka amatlah hina

 

Siapa pula yang bermimpi hidup sengsara

hidup kekurangan dengan deraian air mata

padahal katanya bumi ini tanahnya surga

tapi faktanya surganya bagi yang kaya saja

 

Siapa mau disebut kaum papa tanpa

tempat tinggal hidup di kolong jembatan kota

tak punya famili raja atau orang kaya

dialah sebatang kara hidup berkalang dusta

 

Bagaimana tidak berdusta

hidup sengsara selalu tersenyum biar terlihat bahagia

padahal perut kosong belum terisi nasi pun apa

hanyalah air minum yang kotor menunggu makanan sisa

 

Wahai pemimpinku, wahai para pejabat negara

kalian duduk di singgahsana pun karena kami memberi suara

hargailah, berilah balasanmu setimpal jangan hanya berdusta

katanya kesejahteraan namun bahagia pun sulit tiba

 

Ya Tuhan, sadarkahlah para wakil rakyat di sana

bukan hanya orang kaya yang mesti dibela

karena kamipun makhluk yang berhak hidup sejahtera

sama seperti mereka yang kebahagiaan segalanya bisa

 

Kami pun berhak didengarkan dan dibela

demi kehidupan layak seperti mereka

itulah hidup kami yang tak semata-mata

bisa tertawa tanpa deraian air mata

 

Metro, Lampung, 18-2-2016

Selengkapnya : http://fiksiana.kompasiana.com/maliamiruddin/100puisi-suara-yang-lapar_56c52f93d57e61ec0455d4f1


Tinggalkan komentar

[Puisi] Mereka Sahabatku


th (2)

Gambar : Guru-guru honorer berdemo di istana negara menuntut diangkat menjadi pegawai negeri. (news.okezone.com)

Mereka Sahabatku

 

Mereka berdemo di tanah sendiri

mereka berduka tak hanya setengah hati

demi jati diri dan nasib generasi

tapi apalah daya kita selalu abai tak perduli

 

Mereka bertandang bukan tanpa mimpi

mereka bersuara bukan kata-kata basi

mereka berbicara karena raga hampir mati

dalam himpitan sulitnya ekonomi kini

 

Metro, Lampung 17/2/2016

#100puisi#orangkecil#potretkemiskinan

Selengkapnya : http://fiksiana.kompasiana.com/maliamiruddin/100puisi-mereka-sahabatku_56c4093ae422bd1106aadaa5


Tinggalkan komentar

[Puisi] Rahasia Cinta


“Sayang…apakah kau sakit?”
“Tidak Abang.”
“Itu wajahmu terlihat pucat.”
“Apa gerangan yang terjadi padamu?”
“Nggak apa-apa, aku hanya sedikit lelah.”

Wanita selalu saja menyimpan duka dihatinya
Menyimpan apa yang selalu jadi impiannya
Sama seperti menyimpan bara api
Digenggam tangan terbakar
Dilepaskan pun turut terbakar segalanya

“Bang, kenapa engkau membisu?”
“Katakan padaku! Apa masalahmu?”
“Ah nggak apa-apa kog sayang..”
“Abang hanya capek.”
“Besok pasti akan baik-baik saja.”

Pria juga bersifat sama
Selalu menyimpan segalanya demi gengsi semata
Takut rasa malu menguliti tubuhnya
Bahwa dirinya adalah makhluk yang lemah
Kadang terlihat kuat, padahal ia amat tak berdaya

Di lain waktu mereka terpisah
Keduanya tak lagi bertatap muka
Kebencian tiba-tiba menggelora
Terungkaplah segala rasa yang dulu disimpan erat-erat
Yang dulu tampak baik-baik saja ternyata menyimpan dusta
Duka nestapa pun menjadi hiasan hidupnya

Itulah insan yang dimabuk cinta
Asmara yang menggelora di dalam dada
Kadang logika dikorbankan demi nurani semata
Atau nurani dikorbankan demi logika adanya

Metro, Lampung, 29/2/2016
M Ali Amiruddin's photo.


Tinggalkan komentar

[Puisi] Kami Rindu Suaramu


Sepekan sudah suara sirna

tak lagi menyapa

pada rerumputan

pada dedaunan

pada hijaunya pepohonan

suara tak lagi menyeruak

di antara rimbunnya ilalang

 

Kini sepi hilang tak berbekas

di antara riuh rendah suara

di antara kepak-kepak sayap burung perkutut itu

 

kini… suara merdu nan renyah

kini berganti nafas-nafas lemah tak berdaya

mengharu biru

menggurita asamu

di antara degub jantung dan tekanan parumu

di antara sekat-sekat diafragma

 

Ibu… kemanakah suara indahmu itu

saat dikau memanggil kami

di saat menyapa diamnya kami

tatkala itu suaramu begitu sempurna

membangunkan mimpi panjang kami

 

Ibu… mana suaramu

bersama pesan-pesan kehidupan nan hakiki

betapa kami hendaklah tetap memuja Allah yang Esa

bersujud dan bersimpuh meski dalam lelah kami

meski dalam suka ataupun duka kami

 

Ibu …. seandainya Tuhan mengizinkan kami

membayar setiap bait suara itu dengan berlian

kami akan membayarnya

bahkan dengan semua harta kami

demi indahnya suaramu kembali lagi

bersama kami

meski kini tinggallah nafas-nafa lemah

tak berdaya dalam ruang ICU itu..

 

*Puisi untuk almarhumah Ibuku ketika beliau di ruan ICU

 

Metro, Lampung, 25/1/2016

Selengkapnya : http://fiksiana.kompasiana.com/maliamiruddin/kami-rindu-suaramu_56a58a5e24afbd0105a9d196


Tinggalkan komentar

[Puisi] Pagi Berharap


Pagi ini…

Bundaku masih terlihat diam

diam seribu bahasa tanpa kata

tinggalkan tanya pada dada anakmu

gelisah penuh duka dan pengharapan

 

Pagi ini….

Masih kulantunkan doa-doa untukmu bundaku

masihku lantunkan FirmanNya

demi mengharapkan lagi cahaya kehidupan

pada rembulan yang tengah meredup

bersama rasa sakit itu

 

Metro Lampung, 24-1-2016

Selengkapnya : http://fiksiana.kompasiana.com/maliamiruddin/pagi-berharap_56a4372481afbde80d868301


Tinggalkan komentar

Istri


Dulu kau cantik jelita

dulu kau seperti mahkota bunga

dulu wajahmu indah mempesona

mengundang rasa semua pria

menggoda tuk mencinta

 

kini…

kau tak lagi cantik

kulitmu pun tak lagi mulus

suaramu pun tak lagi merdu

tubuhmu terlihat lelah meski tak tampak mengeluh

 

ketika kau cantik ku memujamu

ketika tak cantik pun ku tetap memujamu

karena kau lahirkan dan rawat anak-anakku

kau besarkan dengan cinta kasihmu

dengan perhatianmu

 

meski kau selalu lupa bagaimana merawat diri sendiri

kau gadaikan saat-saat terindahmu bersama sejuknya suasana pagi

kau lepaskan harapmu bersama hangatnya tatapan mentari

kau lupa hak-hak tubuhmu dan jiwamu

kau lupakan semua kebahagiaanmu demi keluargamu

demi anakmu dan suamimu

 

tapi…

tahukah kamu wahai istri

padamulah surga itu berada

padamula ridho Tuhan pun bertahta

 

istri

semoga Tuhan menjagamu

semoga Tuhan menyayangimu

seperti engkau menyayangi anakmu

dan menempatkanmu

di tempat terbaik

 

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 48 pengikut lainnya