Puisi_Anak SD

Tersenyumlah! Selagi dunia memancarkan indahnya dan cita-cita melambaikan tangannya.

air mata


Meninggalkan komentar

Air (mata) Mu


air mata

air…diselaksa pagi

memericik di antara rindangnya dedaunan

meneteskan butiran-butiran penyejuk jiwa ini

menyibakkan duka nestapa nan menggurita diri

mengelus dada nan sempit gelapnya nurani

dada-dada insani perangi amarah duniawi

air…

dikala siang tetesanmu menyanjungku

memberikan secercah harapan kisah kasihmu

lepaskan duka nestapa yang kini masih berjibaku

bersama mimpi-mimpi semu

nan semakin layu

air…

entahlah…

kenapa kini dirimu tak lagi menyejukkanku

tak lagi menyibakkan duka nestapa yang mengharu biru

mengayun hangat dalam dentingan lagu

merdu sibakkan jiwa nan sendu

air…

apa salah kami.,…

hadirmu kini menyiramkan kepedihan semakin dalam

pemilik kelembutan kini terlihat semakin garang

menakutkan, mencengangkan,

semua tenggelam bersama duka nestapa kami

air….

aku tak tahu…

aku tak tahu…

apa ini semata-mata jeritan airmatamu

melihat negeri ini mengharu biru?

pemimpin negeri yg tak lagi menentu

semua kau hempaskan laksana buliran debu kotor berbau

agar bersih indah tak lagi semburatkan kelabu

pancarkan cahaya damai bersama jejak kami

anak-anak negeri yang terbujur kaku

tinggal tulang belulang membeku

@@@


Meninggalkan komentar

Puisi ‘Tuk Pemilik Rekening Gendut


Ilustrasi : Pemilik Rekening Gendut (sijorinews.co)

Puisi ‘Tuk Pemilik Rekening Gendut

……….

Rekening Gendut
Bikin pikiran kami menggelayut
Tak tentu arah kemana harus nyumput
Lempar orang kalang kabut

Tak hanya pejabat istana berekening gendut
Pegawai rendahan pun sama-sama gendut
Gendut dan saling sikut
Teman takut sampai semaput

………………..

Hebatnya pemilik rekening gendut
Cewek mana saja bisa ikut
Tak hanya bawahan, penguasa pun nurut
Apa yang yang dibilang manggut-manggut

………………..

Sayang sekali aku tak punya rekening gendut
Semakin lama justru tambah mengkirut
Sayang sekali perutku yang tambah gendut
Gara-gara bokek kebanyakan kentut

………………..

Wahai pemilik rekening gendut
Lihatlah aku yang mau benjut
Gara-gara ribut sama bini karena urusan perut
Sedihnya aku sertifikasipun dibikin ribut

………………..

Ya Tuhan, hukumlah para pemilik rekening gendut
Seperti doa kami agar mereka tak bisa kentut
Mati sekarat, sengsara tertelungkup seperti siput
Merangkak-rangkak disiksa malaikat maut

………………..

Salam dari kami, Pembenci Rekening Gendut
Dasar Kadut!!!

Metro, 28 Januari 2015


Meninggalkan komentar


Ilustrasi : Pemilik Rekening Gendut (sijorinews.co)

Puisi ‘Tuk Pemilik Rekening Gendut

……….

Rekening Gendut
Bikin pikiran kami menggelayut
Tak tentu arah kemana harus nyumput
Lempar orang kalang kabut

Tak hanya pejabat istana berekening gendut
Pegawai rendahan pun sama-sama gendut
Gendut dan saling sikut
Teman takut sampai semaput

………………..

Hebatnya pemilik rekening gendut
Cewek mana saja bisa ikut
Tak hanya bawahan, penguasa pun nurut
Apa yang yang dibilang manggut-manggut

………………..

Sayang sekali aku tak punya rekening gendut
Semakin lama justru tambah mengkirut
Sayang sekali perutku yang tambah gendut
Gara-gara bokek kebanyakan kentut

………………..

Wahai pemilik rekening gendut
Lihatlah aku yang mau benjut
Gara-gara ribut sama bini karena urusan perut
Sedihnya aku sertifikasipun dibikin ribut

………………..

Ya Tuhan, hukumlah para pemilik rekening gendut
Seperti doa kami agar mereka tak bisa kentut
Mati sekarat, sengsara tertelungkup seperti siput
Merangkak-rangkak disiksa malaikat maut

………………..

Salam dari kami, Pembenci Rekening Gendut
Dasar Kadut!!!

Metro, 28 Januari 2015


Meninggalkan komentar

Doa ‘Tuk Ibu


Wahai sahabatku

tataplah Ibumu

ketika ia terjaga terangnya siang

namamu yang selalu diingat

gelapnya malam

kamu dan kamu lagi yang dicari

……….

wahai sahabatku…

tak lepas namamu dari hati ibumu

rindu tumbuh bak pepohonan perdu

berbuah cinta kasih dan sayang

terukir jelas dalam hati ibumu

…………..

Ibumu….

kala gelapnya malam

ia berdoa demi dirimu sahabatku

demi si buah hatinya yang tercinta

agar dirimu tumbuh sehat nan ceria

pintar dan menyenangkan

senyum bahagia menyelimuti dirimu

……………

wahai sahabatku…

sudahkah kau doakan ibumu?

dalam bangun dan tidurmu?

dalam nikmatnya sajian pagimu?

dalam hangatnya selimut malammu?

seperti ibumu selalu mendoakanmu

agar engkau hidup bahagia

…………………

Ibumu…
doakan selalu bahagia

meski kau tak lagi bersamanya

ia bersama malaikat

penjaga alam kuburnya

meski tanpa kawan  dunia

pahala-pahala turut menjaganya

bersama bait-bait doamu dalam luasnya kuburnya

by: m.aliamiruddin/01/12/2014


Meninggalkan komentar

Senja


mentari

Matahari perlahan tenggelam di ufuk barat

tersapu gelapnya malam semakin gulita

di sisinya suara-suara azan kembali menggema

bersahut-sahutan menggelorakan jiwa insani

menggugah rasa tuk dekat pada Ilahi

Ketika malam mulai menjelang

Kusujudkan tubuh ini ke haribaanMu ya Robbi

penuhi panggilan indah pemilik mentari

pemilik jiwa-jiwa kecil mengais mimpi ukhrawi

Senja ini…

semoga saja tak terkubur dalam tangis kami

melainkan dalam tawa riang meraih mimpi

senyum dan tatapan kami dalam muhibah ini

semoga Engkau selamatkan kami di malam ini

tertidur pulas bangun di pagi hari

mengais mimpi lagi capai cinta hakiki

(M. Ali Amiruddin)


Meninggalkan komentar

Kemana Indonesiaku dulu ?


Gambar: dedeh-priska.blogspot.com

Gambar: dedeh-priska.blogspot.com

Indonesia di mana Indahmu dulu?

tatkala berjuang memanggul senjata

bercerita tentang indahnya merdeka

bersatu dalam bingkai nusantara

bersama dunia lain yang bahagia juga

……………………..

Indonesiaku………..

Entah apa dalam benakmu

umpat sana, umpat sini

hujat, sana hujat sini tiada henti

puaskah…bahagiakah engkau kini?

menatap kami dalam rasa sakit ini?

…………………………….

Entahlah…

mungkinkah cintamu kini tiada lagi

tersisa ambisi keji tanpa nurani

bersama nafsu syetan yang keji?

…………………………..

Jangan cabik-cabik indahnya Indonesiaku

bersama ambisi bengismu berbalut nafsu

serakah membunuh jiwa-jiwa tak berdosa

membunuh tawa-tawa kami

Indonesiaku dulu dimana kini?

*******************

Karya: M. Ali Amiruddin, Metro, 08/11/2014


Meninggalkan komentar

Alhamdulillah AirMu Turun Lagi


Dalam bisik hati kami  berharap

Panas terik berganti syahdu

merengkuh kembali dinginnya kalbu

tatkala butiran air kembali menyelimuti cakrawala

turun lembut setitik demi setitik menyejukkan bumi ini

….

lama sekali kami menunggu turunmu wahai penyejuk jiwa

bersama dinginnya hembusan angin di ufuk timur

mengalirkan pengharapan bangunnya raga

kala sekian lama ranting-ranting berserakan

……

bersama dedaunan kering turut menghalau mimpi

indahnya hijaunya rerumputan

senyum mentari di pagi hari

….

Terimakasih Tuhan

sekian lama ku menanti

hujan turun kembali membangunkan tanahmu yang gersang

menyuburkan tandusnya duniawi

dunia hidup lagi

kami tersenyum lagi

Karya: M. Ali Amiruddin Metro, 07-11-2014

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya.